Minggu, 22 Desember 2013

KOMENTAR PENDAHULU TENTANG MAKSIAT


(1). Lebih Lembut Dari Rambut?
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:"Sesungguhnya kalian mengerjakan perbuatan-perbuatan, yang pada pandangan kalian ia lebih lembut dari rambut, sementara kami dahulu pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganggapnya termasuk dosa besar yang dapat membinasakan. (HR. Bukhari no. 6127)

Ucapan ini beliau lontarkan kepada generasi setelah beliau yakni tabi’in. Lantas bagaimana dengan zaman kita yang semakin jauh dari mereka? Kiranya, sekecil apa kita menganggap dosa tersebut? Padahal mereka dahulu menganggap hal itu termsuk dosa yang dapat membinasakan?!

(2). Antara Orang Taat Dan Tukang Maksiat
Dalam kitab Shahih al-Bukhari, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Sesungguhnya orang mukmin melihat dosanya seolah-olah ia berada di bawah gunung, ia khawatir gunung itu akan roboh menimpanya. Sedangkan tukang maksiat melihat dosanya seperti seekor lalat yang menempel di hidungnya, ia menyingkirkannya begitu saja dan lalat itu pun terbang (maksudnya ia tidak peduli)."

(3). Kepada Siapa Engkau Bermaksiat?
Imam Ahmad rahimahullah berkata: al-Walid telah bercerita kepada kami, ia berkata: Aku mendengar al-Auza’i berkata: Aku pernah mendengar Bilal bin Sa’id berkata: "Janganlah engkau melihat kecilnya maksiat itu, namun cermatilah kepada siapa engkau bermaksiat?!

(4). Pengaruh Maksiat Bagi Orang Lain
Sebagian generasi salaf berkata: "Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku dan hewan tungganganku."

Istri yang tidak taat, anak-anak yang tidak berbakti, hewan tunggangan yang sulit diatur, atau kendaraan yang sering bermasalah, bisa jadi dikarenakan perbuatan dosa yang kita lakukan. Maka itu, hendaknya kita introspeksi diri sebelum tergesa-gesa menyalahkan orang lain. Tegurlah diri anda sebelum menegur mereka.

(5). Dosa Takkan Terlupakan
Imam Ahmad rahimahullah menyebutkan sebuat riwayat dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Beribadahlah kepada Allah seolah-olah kalian melihat-Nya, anggaplah jiwa kalian seolah-olah telah meninggal dunia, ketahuilah sesungguhnya yang sedikit namun mencukupi lebih baik daripada banyak tapi dapat melupakan, ketahuilah sesungguhnya kebajikan itu tidak akan lusuh DAN PERBUATAN DOSA TIDAK AKAN DILUPA."
Hanya kepada Allah semata kita banyak bertaubat dan beristighfar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar